63. AL HAYYU (Dzat Yang Maha Hidup) Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Hidup, tidak akan pernah mati untuk selama-lamanya. Sedangkan segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi ini adalah makhluq ciptaan-Nya. Dan segala sesuatu yang Dia ciptakan adalah bersifat fana’ (sementara) yang pasti akan mati. Dan dihari kiamat nanti semuanya akan dikembalikan kepada Allah Ta'ala. Oleh sebab itu kebergantungan kita didunia dan diakhirat hendaknya hanya kepada Allah Ta'ala Dzat Yang Maha Maha Hidup. Jangan sekali-kali kita bergantung kepada sesuatu yang sifatnya fana’ yang pasti akan mati. Orang-orang yang durhaka dan banyak dosa mengharapkan agar Allah Ta'ala mati, sehingga tidak ada yang menghakiminya (menghukumnya). Akan tetapi hal itu adalah tidak mungkin. Karena Allah Ta'ala adalah satu-satunya Tuhan Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati untuk selama-lamanya. Dan semua manusia akan dikembalikan kepadaNya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama hidup didunia. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita takut dan bergantung kepada manusia, dan seberapa banyak kita takut dan bergantung hanya kepada Allah Ta'ala? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersandar dengan penilaian-Mu bukan bersandar kepada penilaian manusia. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha hidup dan tidak akan pernah mati. Dan dia sangat yakin bahwa dirinya pasti akan dikembalikan kepada Allah Ta'ala untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama hidup didunia. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia tidak pernah takut kepada siapapun dan tidak pernah bergantung kepada siapapun. Karena dia hanya takut dan bergantung kepada Allah Ta'ala baik didunia maupun diakhirat. Hal ini disebabkan karena dia sangat yakin bahwa hanya Allah Ta'ala yang bisa memutuskan apakah dia masuk syurga atau neraka, apakah dia bahagia atau sengsara. Sehingga didalam hidupnya dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjalankan hukum-hukum Allah Ta'ala. Jika bergantung dengan harta, maka suatu saat nanti harta akan habis. Jika bergantung dengan manusia, maka suatu saat nanti manusia pasti akan mati. Jika bergantung dengan jabatan, maka suatu saat nanti jabatan akan berakhir. Begitu juga dengan hal-hal yang lain. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat bersabar dengan hinaan dan cemoohan manusia yang bisa merusak kami untuk bersandar kepada penilaian-Mu. F. Sikap Orang Bertawakkal Dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala tidak pernah menggabungkan dua ketakutan. Barang siapa yang takut kepada Allah Ta'ala didunia, maka diakhirat nanti Allah Ta'ala akan memberikan rasa aman kepadanya. Akan tetapi barang siapa tidak takut kepada Allah Ta'ala didunia, maka diakhirat nanti Allah Ta'ala akan memberikan ketakutan kepadanya. Oleh sebab itu bagi Dia apabila didunia dia hanya takut kepada Allah Ta'ala, maka untuk kehidupan diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Dia merasa senang dan ikhlas apapun yang dilakukan manusia kepada dirinya. Apapun yang diperlakukan manusia tidak membuat keyakinannya kepada Allah Ta'ala menjadi goyah. Seperti contohnya adalah Bilal Bin Rabah. Walaupun disiksa, dihina dan disakiti, semua itu dia terima dengan ikhlas. Yang penting keyakinannya kepada Allah Ta'ala jangan sampai lepas. Dan dia bisa mempertahankan akidahnya kepada Allah Ta'ala dalam kondisi apapun. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Hayyu Apabila telah menjadi kholifah, maka ia tidak pernah bergantung kepada sesuatu yang akan mati yaitu makhluk. Ia akan bergantung hanya kepada Allah Ta'ala yang selalu hidup tidak akan pernah mati. Didalam salah satu hadist dijelaskan, ketika Rasulullah SAW wafat maka Umar Bin Khattab r.a tidak terima, lalu dia berkata : “Siapa yang mengatakan bahwa Muhammad mati, maka akan berhadapan dengan-ku!”. Umar berkata demikian sambil mengacungkan pedangnya. Kemudian datanglah Abu Bakar As Shiddiq mengingatkan Umar Bin Khattab bahwa hanya Allah-lah Dzat yang Maha Hidup tidak akan pernah mati untuk selama-lamanya. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah makhluq ciptaan Allah Ta'ala yang pasti mati. Maka tersentaklah Umar Bin Khattab sehingga menjadi sadarlah dia, bahwa apa yang dia katakan adalah tidak benar. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Hayyu Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam memberitahukan kepada manusia, bahwa sesungguhnya bersandar kepada penilaian-Mu adalah yang paling penting dibandingkan dengan penilaian manusia. Agar manusia mengetahui bahwa sesungguhnya yang dapat menyelamatkan mereka diakhirat kelak adalah berdasarkan penilaian-Mu.